kasus kekerasan terhadap anakkekerasan anak : bagaimana mencegah kasus kekerasan terhadap anak di keluarga kita?

kasus kekerasan terhadap anak Mungkin sebagian dari Anda mengetahui kisah tragis seorang anak bernama Arie Hanggara di tahun 1980-an? Betapa sang anak disiksa tanpa henti-hentinya untuk kesalahan yang hanya sepele saja. Tidak perlu seorang Arie Hanggara almarhum, bahkan dewasa ini di surat-surat kabar kita pun, banyak berita kekerasan terhadap anak.
Tell a Friend
Bapak dan ibu yang budiman
Patut dicatat di sini bahwa yang melakukan belum tentu orang tua kandung, saudara atau bahkan pangasuh sekalipun yang seharusnya mengasuh bayi / anak dengan penuh kasih sayang, malah berbuat sebaliknya.

kasus kekerasan anakDi kota-kota besar, banyak terdapat suami istri yang bekerja, sehingga mereka terpaksa harus menyerahkan anaknya kepada orang lain. Ada yang kepada orang tuanya (entah mereka masih tinggal dengan orang tuanya, atau mendatangkan orang tuanya dari daerahnya), kepada kakak / adik / saudara yang tidak bekerja, atau kepada pengasuh bayi / anak dari yayasan.

Terlepas dari siapa pun yang mengasuh, saya ingin menekankan di sini kepada derajat kekerasan yang diterima sang anak, mulai dari tingkatan ringan -- membentak dengan keras -- hingga tingkatan berat -- seperti menyiksa anak dan menyekapnya di kamar gelap berjam-jam.

kasus kekerasan anakSungguh sangat miris melihat anak harapan bangsa harus mendapat kekerasan semacam ini. Anak adalah pengganti generasi kita selanjutnya. Apa jadinya sang anak nantinya bila seumur hidupnya senantiasa mengalami perlakuan kekerasan baik fisik maupun mental yang berlebihan? Dan jangan hanya menghitung dengan jari. Sungguh banyak keluarga di Indonesia ini. Katakanlah bila ada 1 anak untuk sejuta keluarga, maka dalam waktu tertentu akan ada 1 juta remaja / dewasa nantinya yang berlatar belakang kekerasan. Sungguh mengkhawatirkan!

Tentu saja hal ini tidak boleh dibiarkan. Dengan Anda berada di sini, patut saya acungkan topi saya kepada Anda (eh.. apakah saya punya topi ya?), karena Anda telah memberikan perhatian kepada satu masalah ini, yang menurut saya salah satu dampak bagi root-cause / akar permasalahan yang lain : bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri dan orang lain, baik kepada anak-anak maupun dewasa.


Latar belakang masalah
Banyak sekali latar belakang kekerasan terhadap anak ini, mulai dari ketidakpuasan seseorang terhadap kondisi hidupnya sehingga melihat anak yang tidak berdaya sebagai pelampiasan dari kekecewaannya.

Ada juga yang memang memiliki sikap dan perilaku tidak baik, seberapa baik pun kondisi ekonominya, tetapi berpandangan otoriter bahwa anak bisa diperlakukan bagaimana pun, tanpa berpikir tentang dampak bagi masa depannya.

Ada juga yang berlatar belakang pendidikan tinggi, ekonomi baik, namun karena ada masalah dengan pasangannya, imannya kurang kuat, sehingga anak menjadi penyaluran kekesalannya.

Alternatif Solusi
Semua hal ini mesti dimulai dari diri kita. Semua keputusan kita akan ada dampak dan konsekuensinya. Dengan menyerahkan anak kepada orang lain maupun diurus diri sendiri ada tanggung jawab dan resiko masing-masing. Namun yang menjadi dasar bagi kita adalah bagaimana kita menyeleksi orang, mendidiknya, serta mengawasinya bila kita memutuskan untuk menyerahkan kepada orang lain.

Bila kita mengurusnya sendiri, pun kita mesti dibekali ilmu dan kesabaran yang cukup, agar mendidik anak bisa optimal, penuh dengan kelembutan.

Satu hal yang ingin saya garisbawahi di sini, adalah bahwa kita mesti memiliki ahlak / budi pekerti yang baik. Salah satu indikatornya adalah bagaimana respon pertama kita terhadap suatu masalah, maka itulah perilaku / karakter kita. Katakanlah bila kita mendengar anak kita ujian jelek, apakah sikap kita memaki-makinya atau berusaha memahami lalu berusaha memperbaikinya.

Kekerasan dalam rumah tangga mesti kita hindari. Suami terhadap istri maupun istri terhadap suami. (Lho, bu Iin kok bisa?) Ya, tentu saja bisa karena mereka berdua pun sama-sama manusia bukan? Namun sikap kekerasan yang ditunjukkan tentu berbeda. 

Jadi, untuk pemecahannya, semua ini terserah kepada kita: apakah diri kita ingin menjadi insani yang baik, mengayomi, menyayangi, penuh kasih sayang ataukah sebaliknya. Anda yang memutuskan.

Bila Anda / keluarga Anda masih tetap memiliki permasalahan mengenai kekerasan terhadap anak di keluarga Anda, dibutuhkan sebuah terapi. Hipnoterapi adalah salah satu metode jitu yang sudah terbukti untuk mengatasi dan menghilangkannya.

Alhamdulillah, berkat bantuan Yang Mahakuasa, telah banyak klien saya yang telah berhasil berhenti melakukan kekerasan terhadap keluarga mereka secara permanen, dan kini mereka hidup lebih bahagia, lewat bantuan hipnoterapi.

Hubungi Saya Segera!
Atur perjanjian Anda dengan saya 1-2 hari sebelumnya, mengingat padatnya jadwal saya.

 Family & Business Therapy-Training-Clinic  silakan hubungi (call or SMS):
HP  0812.102.5342   atau     0817.03.666.000     
email support 24 jam support@MyHypnotherapyEFT.com


Salam sukses dan bahagia,
cara belajar ilmu teknik hipnotis - iin damayanti

Ir. Iin Damayanti, MM, CH CHt CT NLP


untuk rute, silakan klik gambar di bawah untuk lebih jelasnya...ok?

alamat klinik hipnoterapi jakarta
daftar harga
 Contact Us | About Us | Disclaimer | Privacy Policy | Site Map